Langsung ke konten utama

Postingan

Hey, Kamu

          Aku mulai melanjutkan hobi menulis yang selalu bercerita tentangmu. Kali ini tentang rindu. Tentang asa yang tak sanggup aku lakukan dengan caraku. Mungkin iya, aku adalah penyimpan tangis paling hebat yang pernah kau temui. Kali ini tentang rindu. Aku merindukanmu yang setiap hari selalu berada disamping kanan tubuhku.      Memang, kau pergi dengan cepat. Secepat pikiranmu yang mengganggapku buruk. Tanpa meninggalkan kata-kata, ucapan, isyarat agar aku bisa bertahan sendirian. Kamu salah, aku bukanlah wonder woman  yang bisa bahagia ketika kesedihan datang, bisa merelakan ketika kamu memutuskan untuk pergi.      Mungkin kamu belum mengerti satu hal. Dan yang masih kau lihat adalah seluruh kejelekan yang seluruhnya ada di dalam diri. Pernahkah kau berfikir? Aku mati-matian menahan kantuk hanya untuk menemanimu dalam pesan singkat yang kamu kirim?      Ah, sudahlah. Aku tahu yang kau pikirkan ...

Sore Pertama dan Seterusnya

     Lelaki itu sudah aku temui beberapa bulan lalu. Bukan dalam nyata, namun dalam maya. Tak banyak cerita yang aku tahu dari sosoknya yang tegap tinggi berwibawa itu. Yang aku tahu hanya satu, dia lelaki berkacamata yang sangat menyebalkan.      Sore itu adalah sore pertama kita bertemu dalam nyata. Aku menemuinya di suatu acara penting yang sama. Kita saling menatap dan berjabat tangan. "Kamu yang kemarin mampir di profil saya ya?" lelaki itu bertanya dengan senyuman kecil yang muncul dari sudut bibirnya. Aku mengangguk sambil menahan tangan yang sedari tadi aku jabat. Namun orang yang berada di sampingku membuyarkan segala lamunan. Aku tersipu. Pipiku menjadi merah dan menjadi salah tingkah. Dugaanku memang benar, kamu lelaki berkacamata yang menyebalkan. Jika ada sore pertama, maka ada sore kedua, begitupun seterusnya. Benar, aku menjadi sering menemuinya dalam nyataku, dengan mataku, dan mulai terbiasa dengan hatiku.      Kita...

DIA - Motivator Terhebat

     Aku tak pernah berhenti membahas ini. Otakku sudah terbiasa mendengarnya. Muak bagi sebagian orang yang tak pandai merasakan. Bosan untuk orang yang hanya mempermainkannya saja. Tapi,  selalu baru untuk orang-orang yang tulus mendengarkannya. Namun, semakin lama aku membahas, semakin bingung aku di buatnya. Seperti gelandangan yang tak tahu arah. Berjalan namun tak pernah tahu tujuannya. Aku dibuat bodoh olehnya. Bagaimana mungkin aku tersenyum-senyum tanpa sebab setiap kali aku bangun tidur? Bagaimana mungkin aku selalu berharap ada pesan yang dia tinggalkan dalam smartphone kecilku? Remaja labil! Aku selalu mengumpat diri sendiri. Secepat itu kah? Mengganti perasaan lama dengan perasaan "aneh" yang baru kali ini aku alami?      Kau tahu? Dia orang yang pertama kali "muncul" di saat yang lain baru saja mendengarnya. Dia yang pertama kali "datang" di saat aku membutuhkan seseorang. Dia yang selalu ada di depan pintu saat aku mengataka...

That's Not True

     Sesuatu yang tak kupahami kini datang lagi. Suatu hal yang membuat ku bingung, risau. Ini bukan soal hati namun realita. Tapi, sebentar, bukan soal hati? Jelas ini soal hati. Sesuatu yang berasal dari hati dan sudah terjadi. Realita. Ya kan?      Aku diam dan mulai berfikir mencari akar dari perasaan ini. Ada semangat tersendiri saat aku melihatmu. Ada sedikit perasaan aneh saat kita satu. Aku takut perasaan yang tak ku inginkan benar-benar datang. Aku takut sesuatu yang menyakitkan merasuk dalam hati. Aku takut semua tidak sejalan dengan keinginanku.      Jauh dari dalam sini aku  menginginkan kesatuan. Bahagia kan kalau kita satu? Namun apa daya? Aku tak tahu hati, perasaan, dan hidupmu. Aku hanya mampu mengerti kamu siapa, dari mana, anak siapa, hanya sebatas itu. Ini yang aku pikirkan. Ketika hubungan di gantungkan. Ketika status saja tidak jelas.      Diammu adalah ragu ku. Semua yang kau hadapi sela...

Kamu, Sekarang

     Kubuka dan kunyalakan laptop yang ada di hadapanku. Aku penasaran. Aku ingin melihat kamu lagi lewat dunia maya yang tak kan pernah menjadi nyata. Stalker, itu lah aku saat ini. Aku arahkan kursor ini menuju Chrome dan mengetikkan "http://fb.com" di add bar. Aku ingin melihatmu, di duniaku. Kamu membuat ku sibuk. Kamu penyebab utama ku tidak tidur (lagi) malam ini. Aku ingin melihatmu, teramat sangat.      Aku mencari namamu di facebook dan akhirnya aku menemukan satu profil berisi namamu. Nama yang artinya begitu halus dan tulus. Melihat profil facebook mu yang dulu pernah aku pegang, membuatku sedikit mengingat masa lalu.      Kita pernah berhubungan, right? Kita pernah mempunyai status yang begitu dekat, kan? Sampai kita sama-sama mengetahui pasword facebook kita masing-masing, saling bertukar informasi, malah kita pernah berantem gara-gara ada cowok yang ingin berkenalan denganku. Masih ingat? Haha. Tentu aku masih ingat ke...

Pergi

ku pejamkan mata ini ku tertidur tanpa lelap tapi ku bermimpi kau jadi milikku suaramu tetap bernyanyi walau sadar ku kian tak ada namun ku bahagia lagumu milikku indah senyumanmu takkan bisa pudar makin indah di hatiku walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi apapun yang kau ciptakan ku akan berjuang dapatkan jika kau bahagia aku semakin bahagia indahnya wajahmu takkan pernah sirna makin terang di hatiku walau ku sadari cinta yang tak mungkin jadi indah senyumanmu takkan bisa pudar makin indah di hatiku walau ku sadari itu cinta yang tak mungkin jadi meski ku tak bisa memiliki dirimu takkan ku berpaling pergi (berpaling pergi) makin ku mencintai ku lepas kau kekasih biar terbang tinggi cinta yang tak mungkin terbang tinggi      Jika kamu mengalami kisah cinta seperti lirik lagu yang aku tulis di atas berarti kamu hebat. Bagaimana tidak? Saat cinta tidak dibalas dengan semestinya, disaat cinta malah berusaha menerkamnya...

BIOGRAFI 2

     Aku pejuang tiada henti. Selalu melaju, mengejar. Mengejar sesuatu yang tidak pasti namun ku yakini. Sebab setiap titik usaha adalah jalan sukses ku. Mengendarai motor "metik" setiap hari. Menuju tempat takdir ku. Universitas Diponegoro kini dalam genggaman. Dengan almamater tercinta Teknik Lingkungan. Ini lah tujuan ku. Tujuan awal, bukan akhir. Aku telah berhasil melewati satu langkah. Namun masih ada banyak langkah yang harus aku tempuh.      Aku ingat saat dahulu aku menulis biografi tentang ku di blog ini. Keinginan dan ambisius yang sangat tinggi. Teknik Lingkungan, Teknik Lingkungan, dan Teknik Lingkungan yang selalu ku sebut dalam setiap sujud malam ku. Tak jarang aku menangis karena aku takut gagal. Aku takut, seperti yang lain. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya mampu berusaha. Memperjuangkan yang terbaik. Memberikan hasil maksimal. Berharap bapak ibu tahu bahwa anaknya ini bukanlah anak yang nakal.      Malam ...