Lelaki itu sudah aku temui beberapa bulan lalu. Bukan dalam nyata, namun dalam maya. Tak banyak cerita yang aku tahu dari sosoknya yang tegap tinggi berwibawa itu. Yang aku tahu hanya satu, dia lelaki berkacamata yang sangat menyebalkan. Sore itu adalah sore pertama kita bertemu dalam nyata. Aku menemuinya di suatu acara penting yang sama. Kita saling menatap dan berjabat tangan. "Kamu yang kemarin mampir di profil saya ya?" lelaki itu bertanya dengan senyuman kecil yang muncul dari sudut bibirnya. Aku mengangguk sambil menahan tangan yang sedari tadi aku jabat. Namun orang yang berada di sampingku membuyarkan segala lamunan. Aku tersipu. Pipiku menjadi merah dan menjadi salah tingkah. Dugaanku memang benar, kamu lelaki berkacamata yang menyebalkan. Jika ada sore pertama, maka ada sore kedua, begitupun seterusnya. Benar, aku menjadi sering menemuinya dalam nyataku, dengan mataku, dan mulai terbiasa dengan hatiku. Kita...
" Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau peristiwa mohon dimaafkan. Karena blog ini hanya berisi imajinasi dari seorang penulis 'gadungan' yang hanya punya modal nekat dan tekad. :) "