Kubuka dan kunyalakan laptop yang ada di hadapanku. Aku penasaran. Aku ingin melihat kamu lagi lewat dunia maya yang tak kan pernah menjadi nyata. Stalker, itu lah aku saat ini. Aku arahkan kursor ini menuju Chrome dan mengetikkan "http://fb.com" di add bar. Aku ingin melihatmu, di duniaku.
Kamu membuat ku sibuk. Kamu penyebab utama ku tidak tidur (lagi) malam ini. Aku ingin melihatmu, teramat sangat.
Aku mencari namamu di facebook dan akhirnya aku menemukan satu profil berisi namamu. Nama yang artinya begitu halus dan tulus. Melihat profil facebook mu yang dulu pernah aku pegang, membuatku sedikit mengingat masa lalu.
Kita pernah berhubungan, right? Kita pernah mempunyai status yang begitu dekat, kan? Sampai kita sama-sama mengetahui pasword facebook kita masing-masing, saling bertukar informasi, malah kita pernah berantem gara-gara ada cowok yang ingin berkenalan denganku. Masih ingat? Haha. Tentu aku masih ingat kejadian itu, saat mulutmu maju lima senti ke depan gara-gara lelaki usil itu. Bagaimana bisa aku lupa, sedangkan disini aku masih saja mencari-cari keberadaanmu?
Ku telusuri dinding facebook mu yang pernah aku desain sendiri agar aku bisa melihat semua yang ada di dindingmu. Begitu manis namun sakit. Aku melihat foto canda mu dengan kekasih mu yang sekarang. Aku melihat status-status romantismu yang dahulu juga sempat kamu berikan padaku. Tersenyum. Aku sudah tidak sakit lagi sekarang. Aku sudah biasa, toh sekarang aku bukan siapa-siapa. Aku tak berhak marah. Apalagi rasa sayang ini hanya aku yang punya.
Aku mulai membuka foto profil facebookmu. Di sini lah aku bisa merasakan lagi kehadiranmu, walau didunia yang maya. Kubuka seluruh foto yang ada di facebookmu. Aku menemukan perubahan yang ada didalam dirimu. Kamu yang dulunya sangat dekil, nakal, dan semrawut sekarang menjadi pria elegan, manis, dan rupawan ditambah lagi dengan lesung pipit yang menghias di pipi dan kacamata yang selalu kaupakai. Aku begitu mengagumi.
Kamu, sekarang, membuatku yakin. Kamu sudah bisa hidup tanpa bimbingan aku. Kamu sudah bisa berdiri sendiri tanpa aku yang selalu mengocehimu dari belakang. Kamu sudah tidak memerlukan seseorang yang cerewet yang selalu mengomentari setiap langkah dan progres hidupmu.
Sekarang, kamu bisa. kamu sanggup hidup sendiri di luar sana.
Untuk kamu yang aku rindu kan, aku selalu mengagumi mu. Aku selalu mendoakanmu dalam setiap sujud dalam setiap malamku.
Komentar
Posting Komentar