Aku. Kamu. Entah dengan cara apa bertemu. Ya, tanpa sengaja – mungkin. Mungkin? Ya. Aku selalu beranggapan kita pernah bertemu – tanpa sengaja. Dengan bodohnya, aku selalu meminta pertemuan itu. Walau dengan imaji. Otakku melayang entah kemana. Memikirkan pertemuan semu itu. Ya, aku dan kamu saling menatap, bersalaman, sambil mengucapkan nama masing-masing. Semu, tapi sangat jelas. Yang aku butuhkan hanya pertemuan. Aku, kamu, kita. Sudah sangat dekat – dan sudah berlangsung lama. Apakah salah aku meminta pertemuan ini? Kamu tidak perlu berpura-pura. Aku yakin kamu pasti menginginkannya juga. Aku capek, sayang. Menunggu kamu setiap hari. Menatap layar handphone berkali-kali. Menunggu pesan singkatmu – ucapan salam – candaan. Kangen. Pasti. Bagaimana pun kamu – yang pernah aku lihat walau dalam diam, menguasai pikiranku saat ini. Bodoh – memang. Aku selalu menunggu hal yang tak pasti. Menunggu kata-katamu untuk bertemu. Iya, aku tahu kita pernah bertemu. Walau hanya dengan tatapan...
" Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau peristiwa mohon dimaafkan. Karena blog ini hanya berisi imajinasi dari seorang penulis 'gadungan' yang hanya punya modal nekat dan tekad. :) "