Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Rindu

Aku. Kamu. Entah dengan cara apa bertemu. Ya, tanpa sengaja – mungkin. Mungkin? Ya. Aku selalu beranggapan kita pernah bertemu – tanpa sengaja. Dengan bodohnya, aku selalu meminta pertemuan itu. Walau dengan imaji. Otakku melayang entah kemana. Memikirkan pertemuan semu itu. Ya, aku dan kamu saling menatap, bersalaman, sambil mengucapkan nama masing-masing. Semu, tapi sangat jelas. Yang aku butuhkan hanya pertemuan. Aku, kamu, kita. Sudah sangat dekat – dan sudah berlangsung lama. Apakah salah aku meminta pertemuan ini? Kamu tidak perlu berpura-pura. Aku yakin kamu pasti menginginkannya juga. Aku capek, sayang. Menunggu kamu setiap hari. Menatap layar handphone berkali-kali. Menunggu pesan singkatmu – ucapan salam – candaan. Kangen. Pasti. Bagaimana pun kamu – yang pernah aku lihat walau dalam diam, menguasai pikiranku saat ini. Bodoh – memang. Aku selalu menunggu hal yang tak pasti. Menunggu kata-katamu untuk bertemu. Iya, aku tahu kita pernah bertemu. Walau hanya dengan tatapan...

Hanya Saja Aku Ingin Sendiri

          ''Aku lulus!'' wajah sumringah tak dapat aku tutup-tutupi lagi. Dengan wajah berseri dan tersenyum penuh aku menghampiri lelaki 18 (sembilan belas) tahun itu. Ku tunjukkan hasil kerja keras ku padanya. Ku sodorkan lembaran itu. Menerima. Namun tetap diam.           ''Tuh kan aku lulus. Wah senang sekali. Alhamdulillah.''           ''Oh ya, selamat ya. Aku juga.'' jawabnya dengan nada biasa dan datar.           ''Kamu, kenapa? Tak biasanya kamu seperti itu.''           ''Oh, tidak. Aku tidak kenapa-kenapa. Sungguh, aku baik-baik saja.''           ''Tidak mungkin. Kamu menyembunyikan sesuatu. Iya kan? Iya pasti.'' kataku dengan nada menyelidik.           ''Sudah ku bilang aku baik-baik saja. Mengapa kamu begitu yakin?''           ''Yakin bagaimana maks...

Kau, Lelaki Manis

          Hey, lelaki manis. Bagaimana kabarmu? :')           Kejadian 4 (empat) tahun lalu. Masih ingatkah? Mungkin kau sudah lupa karena memang sengaja untuk melupakannya. Ahh, tapi aku tak peduli!           Bolehkah aku - yang pernah menjadi persinggahan hati mengungkit semua itu kembali? :)           Lelaki manis yang sempat ku dambakan,           Seandainya kau tau apa yang ada di sini, di dalam sini, pantaskah aku mengeluh tersakiti? Oke, aku sadar, aku bukan yang terkuat, aku menyadarinya.           Kau, Lelaki manis namun egois,           Secara tiba-tiba datang 4 (empat) tahun lalu menghadap, menyapa,  mendekat seakan meyakinkan aku bahwa kau lah pemenang di setiap doa yang aku panjatkan di setiap sujudku. Bagaimana bisa aku langsung percaya kau datang? Kau - ibarat pelampun...

BIOGRAFI I

Nama : Sely Oktaviolita Asri TTL : Pemalang, 12 Oktober 1996 Pendidikan :  Taman Kanak-Kanak Aisyiah Busthanul Athfal SD Negeri 2 Randudongkal SMP Negeri 1 Randudongkal SMA Negeri 1 Pemalang Universitas Diponegoro (Insya Allah, Aamiin :) *smile )        Oke, panggil aja Sely. Kali ini aku mau cerita tentang semua kehidupanku dari saya kecil dahulu sampai sekarang.        Aku hadir di dunia berkat orang tuaku *yaiyalaah* . Beliau (baca: ibuku) telah mengandungku 17 tahun yang lalu. Aku hadir ketika kakakku, Asria Novenila Intani berusia 4 (empat) tahun. Ya, aku anak kedua. Dan bagiku itu adalah anugerah yang paling aku syukuri. Umur 5 tahun saya disekolahkan di salah satu taman kanak-kanak di desaku. Yap! TK Busthanul Athfal. Tubuh kecilku kala itu memakai seragam kuning-hijau dan bertopi. Manis sekali. Faktanya, aku jarang dijemput oleh kedua orang tuaku setiap kali aku pulang sekolah. Mereka sangat sibuk bekerja u...

Ketika

Ketika semua datang dengan tiba-tiba Ketika hal yang baru menghampiri Ketika hati telah menemui Ketika itu aku mengerti Bahkan ketika orang lain melihatku iri Ketika itu juga aku sakit hati Ketika mulut mereka berkata seenaknya Ketika mereka tak pernah melihat isi hati Bahkan ketika mereka tak akan pernah mengerti Ya.. aku tahu Hidup tak pernah berjalan mulus Selalu ada kata "ketika", "ketika", dan "ketika" Kebahagian, kesakitan, keputus-asaan Aku hampir menyerah kala itu Tapi aku mengerti Tak semuanya bertingkah seperti itu Yaa, aku memulai itu ketika aku mengenalmu Ketika kamu mengajariku arti kesabaran Ketika itu aku mulai bangkit Dan ketika itu hilang sudah rasa sakitku Terima kasih, waktu Terima kasih, kamu Terima kasih, "ketika"