Aku tak pernah berhenti membahas ini. Otakku sudah terbiasa mendengarnya. Muak bagi sebagian orang yang tak pandai merasakan. Bosan untuk orang yang hanya mempermainkannya saja. Tapi, selalu baru untuk orang-orang yang tulus mendengarkannya. Namun, semakin lama aku membahas, semakin bingung aku di buatnya. Seperti gelandangan yang tak tahu arah. Berjalan namun tak pernah tahu tujuannya.
Aku dibuat bodoh olehnya. Bagaimana mungkin aku tersenyum-senyum tanpa sebab setiap kali aku bangun tidur? Bagaimana mungkin aku selalu berharap ada pesan yang dia tinggalkan dalam smartphone kecilku?
Remaja labil! Aku selalu mengumpat diri sendiri. Secepat itu kah? Mengganti perasaan lama dengan perasaan "aneh" yang baru kali ini aku alami?
Kau tahu? Dia orang yang pertama kali "muncul" di saat yang lain baru saja mendengarnya. Dia yang pertama kali "datang" di saat aku membutuhkan seseorang. Dia yang selalu ada di depan pintu saat aku mengatakan "lapar". Yang selalu aku buat marah, jengkel, namun selalu memberikan aku waktu untuk mengucapkan gagasanku. Ya, dia. Yang baru saja membuatku "GILA!!!".
Kau tahu? Perhatiannya nyata namun susah untuk aku artikan!
Aku akui, aku mengagumi sosoknya. Namun apalah daya. Aku sulit untuk mengartikan "perhatian" yang selalu dia beri lewat kata-kata yang terucap, lewat untaian pesan di sosial media. Aku tak pandai soal ini. Hanya saja dia tahu, aku penasaran dengan arti perhatiannya, kata-kata manisnya yang selalu aku tunggu setiap malam.
Aku tak mau semuanya berakhir dengan tidak indah. Aku selalu mengharapkan sosok yang nyata akan selalu ada. Entah ada sebagai apa, yang terpenting dia selalu membuat aku tersenyum kecil setiap pagi, yang membuat ku semangat menjalani kehidupan yang keras ini.
Sampai saat ini, DIA adalah motivasiku.
Komentar
Posting Komentar