Tempat berlindung paling nyaman itu kamu, bu. Disaat semua saling menyudutkan keadaan , entah mengapa yang kupikirkan adalah kamu. Aku yang belum sempurna memaknai hal yang benar dan salah terlalu rapuh untuk melangkah. Ibu, aku jatuh sekarang. Aku ingin memelukmu yang selalu mencium keningku seperti saat perpisahan kita di Stasiun, berharap aku bisa cepat pulang dan bercerita denganmu. Ibu, terkadang aku berfikir hidup ini tak seindah angan kita. Setiap pilihan A lalu yang terjadi pilihan B, dan seterusnya. Tapi kamu selalu berkata, "Maju terus, Sel. Jangan cepat capek.". Bu, aku menangis sekarang. Karena hidupku selalu dilingkupi kesalahan. Apa karena memang hidupku seperti itu? Bu, aku selalu memotivasi diri,"do your best." semata-mata untuk menunjukkan betapa aku sepertimu, bu :') Ibu, kangen. Aku ingin menemui mu lagi. Pulang karena disudutkan akan semua nya. Aku kangen, bu. Ibu........... Ibu.......... Ibu..........
" Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau peristiwa mohon dimaafkan. Karena blog ini hanya berisi imajinasi dari seorang penulis 'gadungan' yang hanya punya modal nekat dan tekad. :) "