Taukah kau? Tidakkah kau fikirkan bagaimana jadi aku? Mencintai seseorang yang beribadah setiap sabtu sore. Menyayangi orang yang rajin menghadiri misa setiap jumat. Apakah kau fikir hubungan ini mudah? Semudah kau membalikkan tangan? Tidak, Nona. Kau salah. Kau selalu menganggap hubungan ini mudah. Memikirkan bahwa akhir hubungan ini selalu bahagia. Bersama-sama berbuka puasa, mengaji bersama, sholat bersama. Ya, kau terlalu bermimpi. Ya, aku kembali tahu. Semua memang tak mustahil. Aku dan dia - seseorang yang membuat bayangan segitiga dengan tangannya sebelum menyantap makanan pagi itu, memang mencintai satu sama lain setelah dia memutuskan pergi dari hidupmu. Aku dan dia, saling menatap dan tersenyum. Sayang. Tapi tahukah kau? Di dalam diriku, ada kekhawatiran yang tak bisa ku jelaskan. Aku menyayanginya seperti kau menyayanginya, Nona. Tapi – tolong mengertilah apa maksudku. Tenang, Nona. Biarkan aku yang berjuang. Biarkan aku dan dia yang memutuskan akhir cerita ...
" Jika terdapat kesamaan nama, tempat, atau peristiwa mohon dimaafkan. Karena blog ini hanya berisi imajinasi dari seorang penulis 'gadungan' yang hanya punya modal nekat dan tekad. :) "