Aku mulai melanjutkan hobi menulis yang selalu bercerita tentangmu. Kali ini tentang rindu. Tentang asa yang tak sanggup aku lakukan dengan caraku. Mungkin iya, aku adalah penyimpan tangis paling hebat yang pernah kau temui.
Kali ini tentang rindu. Aku merindukanmu yang setiap hari selalu berada disamping kanan tubuhku.Memang, kau pergi dengan cepat. Secepat pikiranmu yang mengganggapku buruk. Tanpa meninggalkan kata-kata, ucapan, isyarat agar aku bisa bertahan sendirian. Kamu salah, aku bukanlah wonder woman yang bisa bahagia ketika kesedihan datang, bisa merelakan ketika kamu memutuskan untuk pergi.
Mungkin kamu belum mengerti satu hal. Dan yang masih kau lihat adalah seluruh kejelekan yang seluruhnya ada di dalam diri.
Pernahkah kau berfikir? Aku mati-matian menahan kantuk hanya untuk menemanimu dalam pesan singkat yang kamu kirim?Ah, sudahlah. Aku tahu yang kau pikirkan sekarang adalah segala egoku yang melukaimu.
Aku, remaja labil yang menangis dalam diam. Maaf atas semua ego yang selalu membuatmu luka, atas tingkah salah yang tidak sengaja ku perbuat hingga membuatmu sakit, atas seluruh kata-kata ku yang selalu membuatmu terganggu.
AKU merindukanmu, hingga saat ini.Bagaimana mungkin kau gampang melupakan seluruh kejadian yang pernah kita lalui bersama? Ya aku tahu tiga bulan adalah waktu yang sangat singkat. Namun apakah semua itu lewat sia-sia di otakmu, sehingga kau lebih memilih kesalahanku yang pernah aku lakukan padamu?
Untukmu yang sedang tidur di ruang kamar kos, aku rindu kamu.
Dari seseorang yang sering menggunakan laptopmu untuk menulis.
Komentar
Posting Komentar