Langsung ke konten utama

Hey, Kamu


          Aku mulai melanjutkan hobi menulis yang selalu bercerita tentangmu. Kali ini tentang rindu. Tentang asa yang tak sanggup aku lakukan dengan caraku. Mungkin iya, aku adalah penyimpan tangis paling hebat yang pernah kau temui.
Kali ini tentang rindu. Aku merindukanmu yang setiap hari selalu berada disamping kanan tubuhku.
     Memang, kau pergi dengan cepat. Secepat pikiranmu yang mengganggapku buruk. Tanpa meninggalkan kata-kata, ucapan, isyarat agar aku bisa bertahan sendirian. Kamu salah, aku bukanlah wonder woman yang bisa bahagia ketika kesedihan datang, bisa merelakan ketika kamu memutuskan untuk pergi.
     Mungkin kamu belum mengerti satu hal. Dan yang masih kau lihat adalah seluruh kejelekan yang seluruhnya ada di dalam diri.
Pernahkah kau berfikir? Aku mati-matian menahan kantuk hanya untuk menemanimu dalam pesan singkat yang kamu kirim?
     Ah, sudahlah. Aku tahu yang kau pikirkan sekarang adalah segala egoku yang melukaimu.
     Aku, remaja labil yang menangis dalam diam. Maaf atas semua ego yang selalu membuatmu luka, atas tingkah salah yang tidak sengaja ku perbuat hingga membuatmu sakit, atas seluruh kata-kata ku yang selalu membuatmu terganggu.
AKU merindukanmu, hingga saat ini.
     Bagaimana mungkin kau gampang melupakan seluruh kejadian yang pernah kita lalui bersama? Ya aku tahu tiga bulan adalah waktu yang sangat singkat. Namun apakah semua itu lewat sia-sia di otakmu, sehingga kau lebih memilih kesalahanku yang pernah aku lakukan padamu?
     Untukmu yang sedang tidur di ruang kamar kos, aku rindu kamu.
     Dari seseorang yang sering menggunakan laptopmu untuk menulis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Itu, Mengerti

Cinta itu, Gampang merangkai kata-kata namun sulit untuk dilakukan Mudah dimulai namun sangat sulit untuk bertahan Cinta itu, Ketika kamu mampu tersenyum saat menatap wajah bahagianya Saat kamu berfikir bahwa dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti Cinta itu, Tetap menunggu saat kesempatan tak lagi ada Bertahan saat kesetianmu diuji Cinta itu, Kau tetap menggenggamnya saat jatuh jiwanya Kau masih setia saat ujian datang tiba-tiba Cinta itu, Bukan sekedar kata 'I Love You' Bukan hanya kaka-kata indah sebelum tidur Cinta itu, Ketika kau mengerti isi hati dan pikirannya Ketika hanya kau satu-satunya Walaupun cintamu selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil Tapi dia masih mempertahankanmu Dengan sangat berani

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Dalam jiwa terselip satu nama. Dalam hati tersimpan kenangan bersamanya. Ibu, makhluk sempurna hadiah Tuhan untukku. Banyak kenangan yang aku torehkan bersamanya. Tak jarang ibu tertawa akan kepolosanku. Tersenyum dan berkata ''Bagus!'' saat aku berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah. Marah ketika aku malas menyauti perintah. Dan memandang sembari mengelus rambutku ketika aku sudah larut dalam mimpi. Tulus. Perhatian. Beliau adalah ibu terhebatku. Bekerja mati-matian - pulang larut malam - hanya untuk menuruti keinginanku. Ya, sama seperti bapak. Ibu adalah pekerja keras. Dalam hidupnya tidak pernah ada kata menyerah. Dalam dirinya tidak pernah ada kata takut untuk mencoba. Aku salut. Bangga. Ibu hebat! Ibu. Seseorang yang tak pernah luput dari doa dalam setiap malamku. Seorang yang mampu meredam ketakutanku. Seseorang yang pantas menangis bangga karenaku. Happy birthday, Ibu. Maaf, aku datang tanpa kue seperti yang kita lakukan tahun lalu. Aku tak menyiapkan ka...

Sampai Nanti

Aku merindukanmu. Ya, benar. Aku merindukanmu. Setelah aku berpura-pura kuat sesaat sebelum kau pergi. Aku tak mengerti. Bukankah cinta sejati tidak akan saling meninggalkan? Bukankah janji-janji yang pernah kau haturkan (dulu) masih berlaku? Entah. Kangen . Ketika kau tak malu bercerita tentang hidupmu melalui pesan singkat. Ketika kau tak merasa bosan membaca pesan ku yang tak masuk akal. Ketika kita saling tersenyum sambil menatap layar kecil dalam genggaman. Tapi semua itu hanya sementara. Sekejap. Kamu berusaha melangkah. Menjauh. Pergi. Ya, sendiri tanpa aku. Aku tak tau pasti mengapa kamu begitu cepat berubah. Aku selalu percaya perubahan itu hanya sementara. Aku tahu kamu pasti kembali. Aku paham kamu bukan seorang 'penjahat' yang siap menerkam ku. Aku mengerti kamu tidak sedang mengajakku menaiki 'roller coaster' mu. Terbang tinggi lalu tiba-tiba jatuh terhempas. Sabar. Tegar. Menunggu. Terlalu bodohkah aku? Tetap sabar ketika kamu mengetikkan kata...