Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Berkas Ulang Tahunmu :))

Selamat datang di duniaku  J 16 Juni 2013 Aku, kamu bertemu pada frekuensi yang tepat. -Paak Mirin- Recomended: Bacalahh disaat gundah melanda hatimu Dua orang yang tidak pernah berfikir akan bertemu.. Kisahmu dan dirinya Perkenalan yang singkat. Kamu menganggapnya seseorang yang biasa saja Kamu dan dirinya Bertatap muka setiap hari Tanpa tutur kata Kamu dan dia Sekarang bersatu Melawan segala perbedaan Jalan bersama menembus rintangan  ***  Hai, Windy. Happy birthday J Aku punya cerita. Yap tentang kamu dan Aku. Entah kenapa aku tak pernah bosan bercerita tentang ini. Untuk kamu yang entah sebenarnya dipanggil dengan nama siapa. Selamat datang di buku kecil ini. Buku  ini bukan satu-satuya kado yang menarik buatmu. Bukan kado aneh seperti sang dibuat sahabat-sahabatmu disana. Selamat membaca ya J  *** #25 Mei 2013 sekitar pukul 7 malam Ketika itu, aku dipekalongan. Aku kelaparan. Dan ingin ...

Masih Sama

Aku. Kamu. Entah dengan cara apa bertemu. Ya, tanpa sengaja – mungkin. Mungkin? Ya. Aku selalu beranggapan kita pernah bertemu – tanpa sengaja. Dengan bodohnya, aku selalu meminta pertemuan itu. Walau dengan imaji. Otakku melayang entah kemana. Memikirkan pertemuan semu itu. Ya, aku dan kamu saling menatap, bersalaman, sambil mengucapkan nama masing-masing. Semu, tapi sangat jelas. Yang aku butuhkan hanya pertemuan. Aku, kamu, kita. Sudah sangat dekat – dan sudah berlangsung lama. Apakah salah aku meminta pertemuan ini? Kamu tidak perlu berpura-pura. Aku yakin kamu pasti menginginkannya juga. Aku capek, sayang. Menunggu kamu setiap hari. Menatap layar handphone berkali-kali. Menunggu pesan singkatmu – ucapan salam – candaan. Kangen. Pasti. Bagaimana pun kamu – yang pernah aku lihat walau dalam diam, menguasai pikiranku saat ini. Bodoh – memang. Aku selalu menunggu hal yang tak pasti. Menunggu kata-katamu untuk bertemu. Iya, aku tahu kita pernah bertemu. Walau hanya dengan ta...

Tidak Berjudul

     Aku lelah. Aku ingin tidur. Sebentar saja. Aku butuh waktu. Untuk berhenti memikirkan sesuatu. Semua hal bercampur jadi satu. Bahkan aku sendiri tak bisa membedakan mana yang nyata dan yang khayal. Galau. Risau. Aku sangat benci ketika semua rasa itu menghampiri di saat aku sudah terkantuk seperti ini. Kembali aku memikirkan kamu, dia, dan mereka. Aku ingin tidur. Terpejam. Bukan terjaga seperti ini. Kantong mataku sudah terlalu tebal. Tak karuan, Tak berdaya.      Oke, kita selesaikan semua nya malam ini. Yang pertama adalah kamu. Jujur kamu sangat mengganggu ku. Ahh. Namun seperti nya aku belum bisa menyelesaikan masalah ku dengan mu. Intinya kamu selama ini selalu bergayut dalam ingatan.      Dia? Siapa dia?      Mereka. Mereka? Mereka siapa? Aku tak pernah membahas mereka di sini.Siapa mereka? Siapa! Tidak ada jawaban dari hati ku.      OKE.      Biang masalah nya adalah ka...

Siapa Aku? Aku Siapa?

     Kamu. Sosok yang diam-diam aku perhatikan begitu sulit aku artikan. Pertemuan aneh kita membuat semua nya runyam. Ya, hati ku runyam. Aku yang tak pandai mengerti begitu cepat mengagumi. Aneh. Biasanya tak secepat ini aku menyukai seseorang. Apalagi seseorang yang baru aku kenal minggu malam.      Pernah suatu ketika kita berpapasan. Aku menyimpan wajah. Tak berani menatap namun sesekali melirik ke wajahmu. Berharap kamu juga melihatku. Namun ku rasa tidak.      Ku rebahkan tubuh rapuh di kasur empuk dalam kamar kesayanganku. Memandang langit-langit. Berfikir. Melamun. Siapa aku? Aku siapa? Mataku terpejam. Namun ketika terpejam, mata ini selalu saja meminta alasan untuk terjaga. Meminta aku memikirkan hal yang akhir-akhir ini sering menghantui.Hatiku melayang bak burung berterbangan. Burung congak yang enggan turun se senti pun. Aku merasa aneh lagi! Arrghh! Butuh kejelasan? Tidak. Aku nyaman seperti ini. Butuh pendekatan? Tida...