Langsung ke konten utama

Siapa Aku? Aku Siapa?

     Kamu. Sosok yang diam-diam aku perhatikan begitu sulit aku artikan. Pertemuan aneh kita membuat semua nya runyam. Ya, hati ku runyam. Aku yang tak pandai mengerti begitu cepat mengagumi. Aneh. Biasanya tak secepat ini aku menyukai seseorang. Apalagi seseorang yang baru aku kenal minggu malam.
     Pernah suatu ketika kita berpapasan. Aku menyimpan wajah. Tak berani menatap namun sesekali melirik ke wajahmu. Berharap kamu juga melihatku. Namun ku rasa tidak.
     Ku rebahkan tubuh rapuh di kasur empuk dalam kamar kesayanganku. Memandang langit-langit. Berfikir. Melamun. Siapa aku? Aku siapa? Mataku terpejam. Namun ketika terpejam, mata ini selalu saja meminta alasan untuk terjaga. Meminta aku memikirkan hal yang akhir-akhir ini sering menghantui.Hatiku melayang bak burung berterbangan. Burung congak yang enggan turun se senti pun. Aku merasa aneh lagi! Arrghh!
Butuh kejelasan? Tidak. Aku nyaman seperti ini. Butuh pendekatan? Tidak tahu. Butuh komunikasi dua arah? Mungkin, iya.
     Tunggu dulu. Komunikasi dua arah? Aku yang menyapa? Aku yang memulai? Aku takut. Aku sudah sering melakukannya. Lantas aku yang harus memulai? Memulai lagi? Aku bertambah takut. Kecuali kamu. Kamu yang harus memulainya.
     Bingung. Kamu siapa? Aku siapa? Mengapa aku yang meminta mu? sedangkan kamu pun belum tentu tahu yang ada di otak ku saat ini. Aku terlalu takut untuk memulai. Terlalu rapuh untuk sakit lagi. Aku terlalu biasa. Aku terlalu berani mengagumi. Sampai-sampai aku lupa siapa diriku saat ini.

Tolong ini bukan lah cerita gombal. Ini adalah kisah ku. Yang tak ku tahu pasti benar atau tidak. Hati orang siapa tahu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Itu, Mengerti

Cinta itu, Gampang merangkai kata-kata namun sulit untuk dilakukan Mudah dimulai namun sangat sulit untuk bertahan Cinta itu, Ketika kamu mampu tersenyum saat menatap wajah bahagianya Saat kamu berfikir bahwa dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti Cinta itu, Tetap menunggu saat kesempatan tak lagi ada Bertahan saat kesetianmu diuji Cinta itu, Kau tetap menggenggamnya saat jatuh jiwanya Kau masih setia saat ujian datang tiba-tiba Cinta itu, Bukan sekedar kata 'I Love You' Bukan hanya kaka-kata indah sebelum tidur Cinta itu, Ketika kau mengerti isi hati dan pikirannya Ketika hanya kau satu-satunya Walaupun cintamu selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil Tapi dia masih mempertahankanmu Dengan sangat berani

Seminggu Sebelum Hari Ulang Tahunmu

Happy Birthday, ya :)      Ah, ini cerita basi. Kerinduanku pada sosokmu membuatku teringat akan adanya blog ini. Blog dimana semua cerita mengarah padamu, cerita kesan pertama yang menggetarkan hati, tersusun rapi di sini. Tak peduli siapapun membacanya. Mantan? Teman?Atau orang asing lainnya. Bagiku ini adalah duniaku. Duniaku yang beradu denganmu, menghasilkan rona-rona cerita yang membuat siapapun yang membacanya bertanya, "Siapakah sosok 'kamu'? Siapakah sosok 'dia'?      Kali ini, aku akan menceritakan semua yang terjadi seminggu sebelum hari ulang tahunmu. Semoga kamu tidak marah atas perbuatanku ini, ya. :) ***      Malam ini aku sedang berfikir tentang hari pentingmu. Bagaimana bisa aku menjadi seorang yang pandai membuat kejutan?      Maaf, sayang. Aku terlalu gugup menyikapi ini. Aku terlalu polos untuk hal ini. Kamu tahu? Aku sudah menghabiskan waktu sebulan terakhir ini hanya untuk memikirkan kamu, ...

Setoreh Cerita Tentang Bapak

Selamat siang, hero ku yang sedang berjuang menjaga nenek. Apa kabar? Siang cerah ini aku kembali memikirkanmu. Mencari penyebab atas alasan ku kembali mencari mu. Sekarang adalah hari Minggu, waktu ku untuk memikirkan kelangsungan hidup. Bapak, aku merindukanmu.   Selamat siang, pahlawanku. Bagaimana dengan hari-harimu? Samakah dengan hari yang sangat berat aku jalani akhir-akhir ini? Bapak, asal kau tahu. Dibalik ketegaran dan keberanian yang dimiliki anakmu ini, tersimpan sejuta ketakutan yang telah siap menerkam diriku sendiri. Tahukah kau, bapakku? Aku mulai putus asa menjalani kehidupan di kota yang berada jauh darimu seperti ini. Selayaknya berjuang sendirian. Tapi apakah ini yang kau maksud tentang hidup? Ternyata begini rasanya ya? Selamat siang, bapakku. Bagaimana kabar ibu, kakak, dan adik tanpa aku di rumah? Aku ingat saat dahulu ketika gigi ku baru tumbuh 10. Kau mengajari ku naik sepeda, ya kan? Tepat di jalan yang dikelilingi sawah asri itu, kau memegang...