Langsung ke konten utama

Berkas Ulang Tahunmu :))

Selamat datang di duniaku J
16 Juni 2013

Aku, kamu bertemu pada frekuensi yang tepat.
-Paak Mirin-

Recomended:
Bacalahh disaat gundah melanda hatimu

Dua orang yang tidak pernah berfikir akan bertemu..


Kisahmu dan dirinya
Perkenalan yang singkat. Kamu menganggapnya seseorang yang biasa saja

Kamu dan dirinya
Bertatap muka setiap hari
Tanpa tutur kata

Kamu dan dia
Sekarang bersatu
Melawan segala perbedaan
Jalan bersama menembus rintangan
 ***
 Hai, Windy.
Happy birthday J
Aku punya cerita.
Yap tentang kamu dan Aku. Entah kenapa aku tak pernah bosan bercerita tentang ini.
Untuk kamu yang entah sebenarnya dipanggil dengan nama siapa.
Selamat datang di buku kecil ini.
Buku  ini bukan satu-satuya kado yang menarik buatmu. Bukan kado aneh seperti sang dibuat sahabat-sahabatmu disana.
Selamat membaca ya J
 ***
#25 Mei 2013 sekitar pukul 7 malam
Ketika itu, aku dipekalongan. Aku kelaparan. Dan ingin mencari teman ngobrol. Aku mulai membuka kontak handphone merah jadulku  lalu membaca deretan nama, mencari seseorang yang dianggap bisa menjadi teman ngobrolku. Awalnya namamu terlewat begitu saja. Namun aku tersadar, setelah tiga kali lebih mencari nama kontak yang cocok, aku melihat namamu. A5.Icus
Awalnya ragu sih mau ngirim pesan apa. Karena sebenarnya aku takut karena tidak terbiasa bercakap dengan teman laki-laki sebelumnya. Tapi akhirnya aku berani. :D


Oh ya, sadar enggak sih? Sebelum kita deket, inget enggak kalo aku sering gangguin kamu?
Gangguin apa coba??
Pernah lihat tombol yang  gambarnya kayak ini? (tombol windows)
Apa yang aku lakukan dengan tombol itu?
Ketawalah kalor tau, tanya aku langsung kalo enggak tau

Oke lanjut..
Aku dan kamu mulai terbiasa berkomunikasi. Mulai dari facebook, sms, telfon, webcam juga pernah. Makin dekat hingga akhirnya ya HTS. Takut sih barangkali di php in. Temenku pernah bilang sih kamu sering HTSan sama orang lain. Hehe
Aku dan kamu, itu aneh. Sama-sama gila! Sama-sama saling menjelajahi imajinasi. Dari hal yang mungkin sampai yang mustahil. Kamu dan aku sama-sama punya ide konyol yang cemerlang. Windy, sang eksak sejati. Dan aku sang non eksak sejati. Saling melengkapi bukan?? :D
Jujur, ndy, aku susah menulis sejauh ini, kedekatan, cerita di antara kamu dan aku tidak bisa aku rangkai menjadi kata-kata lagi. Karena semua cerita tumpah ruah sampai aku bingung menceritakan yang mana, bagian yang mana. Yang paling aku ingat adalah tanggal kita pertama kali kenal dan tanggal kita jadian. Hari ulang tahunmu adalah tepat 254 hari kita jadian.
Sebenarnya, aku males menyebut kita jadian. Menyebut kamu pacar. Menurutku, kamu bukan pacar. Melainkan teman, sahabat, bahkan orang tua. Kamu selalu mengajariku arti hidup sesungguhnya. Arti bertahan dalam hidup. Bertahan dalam kondisi lingkungan yang kejam dan tak bersahabat.
***
Sekali lagi...
Windy, Icus, Dimas, atau siapapun kamu, selamat ulang tahun ya J
Ingat, tidak ada kado spesial dari aku. Hanya buku ini.
Tidak ada kata-kata romantis. Karna aku bukanlah orang yang romantis.
Dan aku bukan anak SMP lagi yang bakal mutusin pacarnya di tanggal ulang tahunnya :D
Jadi, hanya buku ini.
Buku yang boleh disimpan,  boleh  dibuang, atau dikembalikan lagi jika kamu mau.
Masih banyak bagian kosong setelah ini.
Isilah dengan mimpi-mimpimu, dengan ceritamu, dengan masa depanmu,
Aku berharap buku ini bisa kamu simpan,
tapi ingat aku tak akan memaksamu untuk menyimpannya.
Lanjutkan ceritaku jika kamu mau J

Happy sweet eighteen sayang J Sugeng Ambal Warsa J
Aku berdoa semoga kamu sukses dengan jalanmu sendiri.

Allah Bless You

25 Februari 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Itu, Mengerti

Cinta itu, Gampang merangkai kata-kata namun sulit untuk dilakukan Mudah dimulai namun sangat sulit untuk bertahan Cinta itu, Ketika kamu mampu tersenyum saat menatap wajah bahagianya Saat kamu berfikir bahwa dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti Cinta itu, Tetap menunggu saat kesempatan tak lagi ada Bertahan saat kesetianmu diuji Cinta itu, Kau tetap menggenggamnya saat jatuh jiwanya Kau masih setia saat ujian datang tiba-tiba Cinta itu, Bukan sekedar kata 'I Love You' Bukan hanya kaka-kata indah sebelum tidur Cinta itu, Ketika kau mengerti isi hati dan pikirannya Ketika hanya kau satu-satunya Walaupun cintamu selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil Tapi dia masih mempertahankanmu Dengan sangat berani

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Dalam jiwa terselip satu nama. Dalam hati tersimpan kenangan bersamanya. Ibu, makhluk sempurna hadiah Tuhan untukku. Banyak kenangan yang aku torehkan bersamanya. Tak jarang ibu tertawa akan kepolosanku. Tersenyum dan berkata ''Bagus!'' saat aku berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah. Marah ketika aku malas menyauti perintah. Dan memandang sembari mengelus rambutku ketika aku sudah larut dalam mimpi. Tulus. Perhatian. Beliau adalah ibu terhebatku. Bekerja mati-matian - pulang larut malam - hanya untuk menuruti keinginanku. Ya, sama seperti bapak. Ibu adalah pekerja keras. Dalam hidupnya tidak pernah ada kata menyerah. Dalam dirinya tidak pernah ada kata takut untuk mencoba. Aku salut. Bangga. Ibu hebat! Ibu. Seseorang yang tak pernah luput dari doa dalam setiap malamku. Seorang yang mampu meredam ketakutanku. Seseorang yang pantas menangis bangga karenaku. Happy birthday, Ibu. Maaf, aku datang tanpa kue seperti yang kita lakukan tahun lalu. Aku tak menyiapkan ka...

Sampai Nanti

Aku merindukanmu. Ya, benar. Aku merindukanmu. Setelah aku berpura-pura kuat sesaat sebelum kau pergi. Aku tak mengerti. Bukankah cinta sejati tidak akan saling meninggalkan? Bukankah janji-janji yang pernah kau haturkan (dulu) masih berlaku? Entah. Kangen . Ketika kau tak malu bercerita tentang hidupmu melalui pesan singkat. Ketika kau tak merasa bosan membaca pesan ku yang tak masuk akal. Ketika kita saling tersenyum sambil menatap layar kecil dalam genggaman. Tapi semua itu hanya sementara. Sekejap. Kamu berusaha melangkah. Menjauh. Pergi. Ya, sendiri tanpa aku. Aku tak tau pasti mengapa kamu begitu cepat berubah. Aku selalu percaya perubahan itu hanya sementara. Aku tahu kamu pasti kembali. Aku paham kamu bukan seorang 'penjahat' yang siap menerkam ku. Aku mengerti kamu tidak sedang mengajakku menaiki 'roller coaster' mu. Terbang tinggi lalu tiba-tiba jatuh terhempas. Sabar. Tegar. Menunggu. Terlalu bodohkah aku? Tetap sabar ketika kamu mengetikkan kata...