Langsung ke konten utama

Cinta Itu, Mengerti

Cinta itu,
Gampang merangkai kata-kata namun sulit untuk dilakukan
Mudah dimulai namun sangat sulit untuk bertahan
Cinta itu,
Ketika kamu mampu tersenyum saat menatap wajah bahagianya
Saat kamu berfikir bahwa dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti
Cinta itu,
Tetap menunggu saat kesempatan tak lagi ada
Bertahan saat kesetianmu diuji
Cinta itu,
Kau tetap menggenggamnya saat jatuh jiwanya
Kau masih setia saat ujian datang tiba-tiba
Cinta itu,
Bukan sekedar kata 'I Love You'
Bukan hanya kaka-kata indah sebelum tidur
Cinta itu,
Ketika kau mengerti isi hati dan pikirannya
Ketika hanya kau satu-satunya
Walaupun cintamu selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil
Tapi dia masih mempertahankanmu
Dengan sangat berani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Dalam jiwa terselip satu nama. Dalam hati tersimpan kenangan bersamanya. Ibu, makhluk sempurna hadiah Tuhan untukku. Banyak kenangan yang aku torehkan bersamanya. Tak jarang ibu tertawa akan kepolosanku. Tersenyum dan berkata ''Bagus!'' saat aku berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah. Marah ketika aku malas menyauti perintah. Dan memandang sembari mengelus rambutku ketika aku sudah larut dalam mimpi. Tulus. Perhatian. Beliau adalah ibu terhebatku. Bekerja mati-matian - pulang larut malam - hanya untuk menuruti keinginanku. Ya, sama seperti bapak. Ibu adalah pekerja keras. Dalam hidupnya tidak pernah ada kata menyerah. Dalam dirinya tidak pernah ada kata takut untuk mencoba. Aku salut. Bangga. Ibu hebat! Ibu. Seseorang yang tak pernah luput dari doa dalam setiap malamku. Seorang yang mampu meredam ketakutanku. Seseorang yang pantas menangis bangga karenaku. Happy birthday, Ibu. Maaf, aku datang tanpa kue seperti yang kita lakukan tahun lalu. Aku tak menyiapkan ka...

Sampai Nanti

Aku merindukanmu. Ya, benar. Aku merindukanmu. Setelah aku berpura-pura kuat sesaat sebelum kau pergi. Aku tak mengerti. Bukankah cinta sejati tidak akan saling meninggalkan? Bukankah janji-janji yang pernah kau haturkan (dulu) masih berlaku? Entah. Kangen . Ketika kau tak malu bercerita tentang hidupmu melalui pesan singkat. Ketika kau tak merasa bosan membaca pesan ku yang tak masuk akal. Ketika kita saling tersenyum sambil menatap layar kecil dalam genggaman. Tapi semua itu hanya sementara. Sekejap. Kamu berusaha melangkah. Menjauh. Pergi. Ya, sendiri tanpa aku. Aku tak tau pasti mengapa kamu begitu cepat berubah. Aku selalu percaya perubahan itu hanya sementara. Aku tahu kamu pasti kembali. Aku paham kamu bukan seorang 'penjahat' yang siap menerkam ku. Aku mengerti kamu tidak sedang mengajakku menaiki 'roller coaster' mu. Terbang tinggi lalu tiba-tiba jatuh terhempas. Sabar. Tegar. Menunggu. Terlalu bodohkah aku? Tetap sabar ketika kamu mengetikkan kata...