Langsung ke konten utama

Cinta Itu, Mengerti

Cinta itu,
Gampang merangkai kata-kata namun sulit untuk dilakukan
Mudah dimulai namun sangat sulit untuk bertahan
Cinta itu,
Ketika kamu mampu tersenyum saat menatap wajah bahagianya
Saat kamu berfikir bahwa dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti
Cinta itu,
Tetap menunggu saat kesempatan tak lagi ada
Bertahan saat kesetianmu diuji
Cinta itu,
Kau tetap menggenggamnya saat jatuh jiwanya
Kau masih setia saat ujian datang tiba-tiba
Cinta itu,
Bukan sekedar kata 'I Love You'
Bukan hanya kaka-kata indah sebelum tidur
Cinta itu,
Ketika kau mengerti isi hati dan pikirannya
Ketika hanya kau satu-satunya
Walaupun cintamu selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil
Tapi dia masih mempertahankanmu
Dengan sangat berani

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seminggu Sebelum Hari Ulang Tahunmu

Happy Birthday, ya :)      Ah, ini cerita basi. Kerinduanku pada sosokmu membuatku teringat akan adanya blog ini. Blog dimana semua cerita mengarah padamu, cerita kesan pertama yang menggetarkan hati, tersusun rapi di sini. Tak peduli siapapun membacanya. Mantan? Teman?Atau orang asing lainnya. Bagiku ini adalah duniaku. Duniaku yang beradu denganmu, menghasilkan rona-rona cerita yang membuat siapapun yang membacanya bertanya, "Siapakah sosok 'kamu'? Siapakah sosok 'dia'?      Kali ini, aku akan menceritakan semua yang terjadi seminggu sebelum hari ulang tahunmu. Semoga kamu tidak marah atas perbuatanku ini, ya. :) ***      Malam ini aku sedang berfikir tentang hari pentingmu. Bagaimana bisa aku menjadi seorang yang pandai membuat kejutan?      Maaf, sayang. Aku terlalu gugup menyikapi ini. Aku terlalu polos untuk hal ini. Kamu tahu? Aku sudah menghabiskan waktu sebulan terakhir ini hanya untuk memikirkan kamu, ...

Setoreh Cerita Tentang Bapak

Selamat siang, hero ku yang sedang berjuang menjaga nenek. Apa kabar? Siang cerah ini aku kembali memikirkanmu. Mencari penyebab atas alasan ku kembali mencari mu. Sekarang adalah hari Minggu, waktu ku untuk memikirkan kelangsungan hidup. Bapak, aku merindukanmu.   Selamat siang, pahlawanku. Bagaimana dengan hari-harimu? Samakah dengan hari yang sangat berat aku jalani akhir-akhir ini? Bapak, asal kau tahu. Dibalik ketegaran dan keberanian yang dimiliki anakmu ini, tersimpan sejuta ketakutan yang telah siap menerkam diriku sendiri. Tahukah kau, bapakku? Aku mulai putus asa menjalani kehidupan di kota yang berada jauh darimu seperti ini. Selayaknya berjuang sendirian. Tapi apakah ini yang kau maksud tentang hidup? Ternyata begini rasanya ya? Selamat siang, bapakku. Bagaimana kabar ibu, kakak, dan adik tanpa aku di rumah? Aku ingat saat dahulu ketika gigi ku baru tumbuh 10. Kau mengajari ku naik sepeda, ya kan? Tepat di jalan yang dikelilingi sawah asri itu, kau memegang...