Langsung ke konten utama

BIOGRAFI I



  • Nama : Sely Oktaviolita Asri
  • TTL : Pemalang, 12 Oktober 1996
  • Pendidikan : 
    1. Taman Kanak-Kanak Aisyiah Busthanul Athfal
    2. SD Negeri 2 Randudongkal
    3. SMP Negeri 1 Randudongkal
    4. SMA Negeri 1 Pemalang
    5. Universitas Diponegoro (Insya Allah, Aamiin :) *smile )
       Oke, panggil aja Sely. Kali ini aku mau cerita tentang semua kehidupanku dari saya kecil dahulu sampai sekarang.
       Aku hadir di dunia berkat orang tuaku *yaiyalaah*. Beliau (baca: ibuku) telah mengandungku 17 tahun yang lalu. Aku hadir ketika kakakku, Asria Novenila Intani berusia 4 (empat) tahun. Ya, aku anak kedua. Dan bagiku itu adalah anugerah yang paling aku syukuri.
Umur 5 tahun saya disekolahkan di salah satu taman kanak-kanak di desaku. Yap! TK Busthanul Athfal. Tubuh kecilku kala itu memakai seragam kuning-hijau dan bertopi. Manis sekali. Faktanya, aku jarang dijemput oleh kedua orang tuaku setiap kali aku pulang sekolah. Mereka sangat sibuk bekerja untukku. Tapi untungnya, aku punya tetangga. Nina Indriyana namanya. Sewaktu itu, aku selalu pulang bersamanya, dan juga bersama ibunya. Pernah terlintas dalam fikiran orang tuaku tak sayang kepadaku namun aku buang pikiran itu jauh-jauh.
       Satu tahun berlalu, aku masuk sekolah dasar. Sekolah yang berisi banyak sekali anak, banyak sekali latar belakang. Sungguh, dari dahulu aku takut bertemu orang banyak (yang belum dikenal). Dan rasa itu pun muncul ketika aku masuk dalam sebuah kelas yang cukup besar dan duduk di salah satu bangku yang ada di dalamnya. Aku belajar, sendiri. Menunggu teman yang datang kepadaku. Kesepian. Ah sungguh bodoh!
       Lupa kapan dan kelas berapa ini terjadi, aku dikejutkan dengan sebuah suara yang keluar dari seorang ibu, aku pun tak mengerti ibunya siapa. Dia bersama seorang anak kecil sebayaku. Mereka datang kepadaku, dan ternyata anaknya ingin berteman denganku. Haha. Namanya Naili Fauziyah (Ziyah). *Anak ini masih menjadi sahabat baikku sampai sekarang*. Ohya sewaktu SD, aku punya teman berdarah Arab banyaaak sekali. Dan sebagian besar nakal banget *upss maklum masih kecil :) Ahh masa sekolah dasar yang lugu, lucu, dan penuh kepolosan.
       Sobat, setelah 6 (enam) tahun kemudian, aku melanjutkan studiku di SMP favorit di daerahku. Namun aku sangat sedih, sahabat kecilku, Ziyah tidak satu sekolah denganku. Dia melanjutkan di suatu PONPES di Tegal. Aku sendiri, namun tidak seperti SD dahulu. Aku memang sendiri, tapi di depanku banyak teman-teman yang sudah ku kenal walaupun aku tak pernah dekat dengan mereka. Aku berjuang, dengan teman-teman (yang sebagian telah menjadi sahabatku sekarang), walau tanpa sahabatku itu.
       Entah bagaimana caranya, tiba-tiba Ziyah datang ke sekolahku. Aku yang sangat rindu padanya langsung memeluk sahabat gendut kecilku itu. Ahh, melepas kangen.
Dia bilang padaku, dia memutuskan untuk pindah dari PONPES nya dan bersekolah disini, bersamaku, walau pun beda kelas. Uhuyyy
       Di masa SMP ku, aku menemukan orang-orang yang asyik! Anes, Mala, Ninda, Rara, Ovi Intan namanya. Kita pernah buat sebuah band cewek namanya "Purplevietterz" dibawah bimbingan Mas Opik (Umah Kacang) walaupun tanpa Intan. Tapi band ini nggak mulus bangeeet jalannya. Sukanya gonta ganti pacar, ehh personil maksudnya. Dimulai dari pindahnya Ovi ke Purwokerto, setelah itu posisi vocalis digantikan dengan adek kelas, Joana (pernah ada hubungan nih sama si mas Frans, wkwk), terus ganti Tiara (pasangannya vocalisnya Asyky itu loh), dan yang terakhir diganti oleeeeh Linda. Si Mala yang megang bass pun keluar karena kemauan orang tuanya. Hiks hiks hiks. Band ini juga pernah duet sama beberapa band member "Umah Kacang". Pernah juga personil dipecah, diambil yang terbaik di seluruh member Umah Kacang. Dan akhirnyaaa ikut Festivaaal. Yeahh! Dulu sih vocalnya Linda, Gitar Melody nya Si Wawan, Rhytem nya my yiyi Ninda, Keyboardnya gueeee (alay), Drummer nya siapa ya duh lupa wkwk :D nice moment :) Love you gays {}
       Band pun bubar ketika personil mencar kesana kemari saat SMA.
       SMA Negeri 1 Pemalang. Fiuuuhh. Aku tak bisa mendiskripsikan banyak tentangmu. Tahun pertama, biasa aja. Punya temen, ikut ngumpul, ngerjain tugas, dll. Tahun kedua, lebih aktif (versi aku). Kenal sama teman-teman uedan yang namanya @Head_Bull . Personilnya gokil, lucu, asyik walau kadang jengkelin. Aku juga punya teman baik di kelas ini. Aku sih nganggepnya semuanya, entah mereka bagaimana terhadapku. Haha. Tapi yang paling sering sih yaa sama si Nita, Lita, Santi, Yasmin, dan banyak lagi. Tiut juga deket sih walau seringnya bikin aku emosi dan ngelus dada. Haha. Nice.
       Sekarang, aku dan teman-teman seperjuanganku sedang menunggu pengumuman kelulusan UN kemarin. Aku sih ya berharap bisa membanggakan orang tua ku dengan "nilai murni tanpa bocoran soal" yang aku kerjakan sewaktu UN itu. Aku yakin, teman-temanku yang telah ku sebutkan namanya dan yang tak ku sebutkan berharap juga seperti aku.

       Pokoknya, aku berdoa untuk kalian semua yang sedang menunggu hasil UN, hasil SNMPTN, dan yang akan mengikuti SBMPTN, semoga dimudahkan dalam segala urusannya. Aamiin ya Allah.

Terima kasih Allah,
Terima kasih Bapak Ibu,
Terima kasih Mbak Intan, dan Adel (adekku yang belum ku ceritakan diatas)
Terima kasih Nina, Ziyah sahabat kecilku
Terima kasih teman TK, SD, SMP, dan SMA ku
Terima kasih Anes, Mala, Ninda, Rara, dan lain lain,
Terima kasih Umah Kacang dan jajarannya.
Terima kasih semua guruku,
Terima kasih buat @Head_Bull
Terima kasih untuk seseorang berabsen 11 di @Head_Bull
Terima kasih semua, aku sayang kalian {}
Dan yang terakhir,
"Selamat datang di UNIVERSITAS IMPIANMU SOBAT!"
Universitas Diponegoro, Teknik Lingkungan. Aku akan datang kepadamu Tahun ajaran nanti :) 

Yang Menyayangi Kalian


Sely

Komentar

  1. Salam kenal sely, mau ikuti blognya ga ada kolomnya hee
    Mampir blogku juga ya terus ikuti

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Itu, Mengerti

Cinta itu, Gampang merangkai kata-kata namun sulit untuk dilakukan Mudah dimulai namun sangat sulit untuk bertahan Cinta itu, Ketika kamu mampu tersenyum saat menatap wajah bahagianya Saat kamu berfikir bahwa dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti Cinta itu, Tetap menunggu saat kesempatan tak lagi ada Bertahan saat kesetianmu diuji Cinta itu, Kau tetap menggenggamnya saat jatuh jiwanya Kau masih setia saat ujian datang tiba-tiba Cinta itu, Bukan sekedar kata 'I Love You' Bukan hanya kaka-kata indah sebelum tidur Cinta itu, Ketika kau mengerti isi hati dan pikirannya Ketika hanya kau satu-satunya Walaupun cintamu selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil Tapi dia masih mempertahankanmu Dengan sangat berani

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Dalam jiwa terselip satu nama. Dalam hati tersimpan kenangan bersamanya. Ibu, makhluk sempurna hadiah Tuhan untukku. Banyak kenangan yang aku torehkan bersamanya. Tak jarang ibu tertawa akan kepolosanku. Tersenyum dan berkata ''Bagus!'' saat aku berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah. Marah ketika aku malas menyauti perintah. Dan memandang sembari mengelus rambutku ketika aku sudah larut dalam mimpi. Tulus. Perhatian. Beliau adalah ibu terhebatku. Bekerja mati-matian - pulang larut malam - hanya untuk menuruti keinginanku. Ya, sama seperti bapak. Ibu adalah pekerja keras. Dalam hidupnya tidak pernah ada kata menyerah. Dalam dirinya tidak pernah ada kata takut untuk mencoba. Aku salut. Bangga. Ibu hebat! Ibu. Seseorang yang tak pernah luput dari doa dalam setiap malamku. Seorang yang mampu meredam ketakutanku. Seseorang yang pantas menangis bangga karenaku. Happy birthday, Ibu. Maaf, aku datang tanpa kue seperti yang kita lakukan tahun lalu. Aku tak menyiapkan ka...

Sampai Nanti

Aku merindukanmu. Ya, benar. Aku merindukanmu. Setelah aku berpura-pura kuat sesaat sebelum kau pergi. Aku tak mengerti. Bukankah cinta sejati tidak akan saling meninggalkan? Bukankah janji-janji yang pernah kau haturkan (dulu) masih berlaku? Entah. Kangen . Ketika kau tak malu bercerita tentang hidupmu melalui pesan singkat. Ketika kau tak merasa bosan membaca pesan ku yang tak masuk akal. Ketika kita saling tersenyum sambil menatap layar kecil dalam genggaman. Tapi semua itu hanya sementara. Sekejap. Kamu berusaha melangkah. Menjauh. Pergi. Ya, sendiri tanpa aku. Aku tak tau pasti mengapa kamu begitu cepat berubah. Aku selalu percaya perubahan itu hanya sementara. Aku tahu kamu pasti kembali. Aku paham kamu bukan seorang 'penjahat' yang siap menerkam ku. Aku mengerti kamu tidak sedang mengajakku menaiki 'roller coaster' mu. Terbang tinggi lalu tiba-tiba jatuh terhempas. Sabar. Tegar. Menunggu. Terlalu bodohkah aku? Tetap sabar ketika kamu mengetikkan kata...