Langsung ke konten utama

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Dalam jiwa terselip satu nama. Dalam hati tersimpan kenangan bersamanya. Ibu, makhluk sempurna hadiah Tuhan untukku.
Banyak kenangan yang aku torehkan bersamanya. Tak jarang ibu tertawa akan kepolosanku. Tersenyum dan berkata ''Bagus!'' saat aku berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah. Marah ketika aku malas menyauti perintah. Dan memandang sembari mengelus rambutku ketika aku sudah larut dalam mimpi.
Tulus. Perhatian. Beliau adalah ibu terhebatku. Bekerja mati-matian - pulang larut malam - hanya untuk menuruti keinginanku. Ya, sama seperti bapak. Ibu adalah pekerja keras. Dalam hidupnya tidak pernah ada kata menyerah. Dalam dirinya tidak pernah ada kata takut untuk mencoba. Aku salut. Bangga. Ibu hebat!
Ibu. Seseorang yang tak pernah luput dari doa dalam setiap malamku. Seorang yang mampu meredam ketakutanku. Seseorang yang pantas menangis bangga karenaku. Happy birthday, Ibu. Maaf, aku datang tanpa kue seperti yang kita lakukan tahun lalu. Aku tak menyiapkan kado mewah nan menarik. Hanya ini. sedikit tulisan tentangmu. Tak perlu kau membaca seclumit tulisan ini, aku tahu kau sibuk bekerja untuk masa depanku. Tak perlu! Yang aku inginkan hanya satu, kau mampu tersenyum ketika aku sukses nanti. Kau bisa memelukku sambil menangis disaat aku mendapatkan kabar baik seperti pengumuman SNMPTN kemarin.
Ibu, aku malu. Bukan malu karenamu. Malu dengan diri sendiri. Aku belum seberani, setegar, sekuat engkau. Aku bahkan selalu menyeka air mata jika setiap kali aku gagal. Aku ingin berubah, Bu. Ingin menjadi wanita sepertimu. Ingin menjadi yang terkuat, terberani, dan paling tegar diantara wanita seusiaku.
Ibu, kau satu-satunya orang yang tak akan pernah meninggalkan aku. Bukan seperti teman-teman yang mungkin sudah aku anggap sesuatu yang lain. Datang mendekat. Namun pergi begitu saja saat aku butuh pundak-pundaknya.
Ah. Sudah. Cukup, Bu. Aku cukup sulit untuk mendiskripsikan tentangmu lagi. Yang pasti, segalanya terasa spesial.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday happy birthday
Happy birthday to you ({})
Selamat Ulang Tahun yang ke 47
Ibu Khuriyah Tercinta
Yang Paling Kami Sayang
Sely Sayang Ibu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey, Kamu

          Aku mulai melanjutkan hobi menulis yang selalu bercerita tentangmu. Kali ini tentang rindu. Tentang asa yang tak sanggup aku lakukan dengan caraku. Mungkin iya, aku adalah penyimpan tangis paling hebat yang pernah kau temui. Kali ini tentang rindu. Aku merindukanmu yang setiap hari selalu berada disamping kanan tubuhku.      Memang, kau pergi dengan cepat. Secepat pikiranmu yang mengganggapku buruk. Tanpa meninggalkan kata-kata, ucapan, isyarat agar aku bisa bertahan sendirian. Kamu salah, aku bukanlah wonder woman  yang bisa bahagia ketika kesedihan datang, bisa merelakan ketika kamu memutuskan untuk pergi.      Mungkin kamu belum mengerti satu hal. Dan yang masih kau lihat adalah seluruh kejelekan yang seluruhnya ada di dalam diri. Pernahkah kau berfikir? Aku mati-matian menahan kantuk hanya untuk menemanimu dalam pesan singkat yang kamu kirim?      Ah, sudahlah. Aku tahu yang kau pikirkan ...

Kamu, Sekarang

     Kubuka dan kunyalakan laptop yang ada di hadapanku. Aku penasaran. Aku ingin melihat kamu lagi lewat dunia maya yang tak kan pernah menjadi nyata. Stalker, itu lah aku saat ini. Aku arahkan kursor ini menuju Chrome dan mengetikkan "http://fb.com" di add bar. Aku ingin melihatmu, di duniaku. Kamu membuat ku sibuk. Kamu penyebab utama ku tidak tidur (lagi) malam ini. Aku ingin melihatmu, teramat sangat.      Aku mencari namamu di facebook dan akhirnya aku menemukan satu profil berisi namamu. Nama yang artinya begitu halus dan tulus. Melihat profil facebook mu yang dulu pernah aku pegang, membuatku sedikit mengingat masa lalu.      Kita pernah berhubungan, right? Kita pernah mempunyai status yang begitu dekat, kan? Sampai kita sama-sama mengetahui pasword facebook kita masing-masing, saling bertukar informasi, malah kita pernah berantem gara-gara ada cowok yang ingin berkenalan denganku. Masih ingat? Haha. Tentu aku masih ingat ke...

Cinta Itu, Mengerti

Cinta itu, Gampang merangkai kata-kata namun sulit untuk dilakukan Mudah dimulai namun sangat sulit untuk bertahan Cinta itu, Ketika kamu mampu tersenyum saat menatap wajah bahagianya Saat kamu berfikir bahwa dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti Cinta itu, Tetap menunggu saat kesempatan tak lagi ada Bertahan saat kesetianmu diuji Cinta itu, Kau tetap menggenggamnya saat jatuh jiwanya Kau masih setia saat ujian datang tiba-tiba Cinta itu, Bukan sekedar kata 'I Love You' Bukan hanya kaka-kata indah sebelum tidur Cinta itu, Ketika kau mengerti isi hati dan pikirannya Ketika hanya kau satu-satunya Walaupun cintamu selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil Tapi dia masih mempertahankanmu Dengan sangat berani