Langsung ke konten utama

Kau, Lelaki Manis

          Hey, lelaki manis. Bagaimana kabarmu? :')
          Kejadian 4 (empat) tahun lalu. Masih ingatkah? Mungkin kau sudah lupa karena memang sengaja untuk melupakannya. Ahh, tapi aku tak peduli!
          Bolehkah aku - yang pernah menjadi persinggahan hati mengungkit semua itu kembali? :)
          Lelaki manis yang sempat ku dambakan,
          Seandainya kau tau apa yang ada di sini, di dalam sini, pantaskah aku mengeluh tersakiti? Oke, aku sadar, aku bukan yang terkuat, aku menyadarinya.
          Kau, Lelaki manis namun egois,
          Secara tiba-tiba datang 4 (empat) tahun lalu menghadap, menyapa,  mendekat seakan meyakinkan aku bahwa kau lah pemenang di setiap doa yang aku panjatkan di setiap sujudku. Bagaimana bisa aku langsung percaya kau datang? Kau - ibarat pelampung saat aku tak sanggup berenang, penolong saat ku tenggelam, penyelamat atas luka yang telah lalu. Aku telah menganggapmu terlalu dalam. Mengartikan kehadiranmu oleh sesuatu yang lain. Cinta.
          Ya, aku selalu menganggap kehadiranmu seperti itu. Bahkan mungkin sampai saat ini saat kau telah bergandengan tangan dengan wanita pilihanmu. Kau pergi tanpa permisi.
          Mungkin aku memang wanita terbodoh. Melakukan semuanya sendirian. Bertahan sendirian. Padahal aku tahu kau tak akan melihatku lagi. Padahal aku tau kau sudah bahagia.
          Oh tunggu dulu, kau tidak mempermainkan dia seperti kau mempermainkanku dulu, kan? :)

          Cukup, cukup, cukup! Cukuplah! Berhentilah membayangiku! Pergilah dari ingatanku! Pergilah bersama masa lalu ku! Mungkin, sekarang aku tak akan mencarimu lagi. Menutup semua lubang yang sempat kau buat. Dan meninggalkan itu sendirian. Karena aku yakin, kau bahagia, aku pun akan bahagia. Walau aku tak bisa memikirkan kamu sedalam seperti empat tahun lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Itu, Mengerti

Cinta itu, Gampang merangkai kata-kata namun sulit untuk dilakukan Mudah dimulai namun sangat sulit untuk bertahan Cinta itu, Ketika kamu mampu tersenyum saat menatap wajah bahagianya Saat kamu berfikir bahwa dia lah satu-satunya orang yang paling mengerti Cinta itu, Tetap menunggu saat kesempatan tak lagi ada Bertahan saat kesetianmu diuji Cinta itu, Kau tetap menggenggamnya saat jatuh jiwanya Kau masih setia saat ujian datang tiba-tiba Cinta itu, Bukan sekedar kata 'I Love You' Bukan hanya kaka-kata indah sebelum tidur Cinta itu, Ketika kau mengerti isi hati dan pikirannya Ketika hanya kau satu-satunya Walaupun cintamu selalu melakukan kesalahan-kesalahan kecil Tapi dia masih mempertahankanmu Dengan sangat berani

Selamat Ulang Tahun, Ibu

Dalam jiwa terselip satu nama. Dalam hati tersimpan kenangan bersamanya. Ibu, makhluk sempurna hadiah Tuhan untukku. Banyak kenangan yang aku torehkan bersamanya. Tak jarang ibu tertawa akan kepolosanku. Tersenyum dan berkata ''Bagus!'' saat aku berhasil menyelesaikan pekerjaan rumah. Marah ketika aku malas menyauti perintah. Dan memandang sembari mengelus rambutku ketika aku sudah larut dalam mimpi. Tulus. Perhatian. Beliau adalah ibu terhebatku. Bekerja mati-matian - pulang larut malam - hanya untuk menuruti keinginanku. Ya, sama seperti bapak. Ibu adalah pekerja keras. Dalam hidupnya tidak pernah ada kata menyerah. Dalam dirinya tidak pernah ada kata takut untuk mencoba. Aku salut. Bangga. Ibu hebat! Ibu. Seseorang yang tak pernah luput dari doa dalam setiap malamku. Seorang yang mampu meredam ketakutanku. Seseorang yang pantas menangis bangga karenaku. Happy birthday, Ibu. Maaf, aku datang tanpa kue seperti yang kita lakukan tahun lalu. Aku tak menyiapkan ka...

Sampai Nanti

Aku merindukanmu. Ya, benar. Aku merindukanmu. Setelah aku berpura-pura kuat sesaat sebelum kau pergi. Aku tak mengerti. Bukankah cinta sejati tidak akan saling meninggalkan? Bukankah janji-janji yang pernah kau haturkan (dulu) masih berlaku? Entah. Kangen . Ketika kau tak malu bercerita tentang hidupmu melalui pesan singkat. Ketika kau tak merasa bosan membaca pesan ku yang tak masuk akal. Ketika kita saling tersenyum sambil menatap layar kecil dalam genggaman. Tapi semua itu hanya sementara. Sekejap. Kamu berusaha melangkah. Menjauh. Pergi. Ya, sendiri tanpa aku. Aku tak tau pasti mengapa kamu begitu cepat berubah. Aku selalu percaya perubahan itu hanya sementara. Aku tahu kamu pasti kembali. Aku paham kamu bukan seorang 'penjahat' yang siap menerkam ku. Aku mengerti kamu tidak sedang mengajakku menaiki 'roller coaster' mu. Terbang tinggi lalu tiba-tiba jatuh terhempas. Sabar. Tegar. Menunggu. Terlalu bodohkah aku? Tetap sabar ketika kamu mengetikkan kata...