Langsung ke konten utama

Seminggu Sebelum Hari Ulang Tahunmu

Happy Birthday, ya :)

     Ah, ini cerita basi. Kerinduanku pada sosokmu membuatku teringat akan adanya blog ini. Blog dimana semua cerita mengarah padamu, cerita kesan pertama yang menggetarkan hati, tersusun rapi di sini. Tak peduli siapapun membacanya. Mantan? Teman?Atau orang asing lainnya. Bagiku ini adalah duniaku. Duniaku yang beradu denganmu, menghasilkan rona-rona cerita yang membuat siapapun yang membacanya bertanya, "Siapakah sosok 'kamu'? Siapakah sosok 'dia'?
     Kali ini, aku akan menceritakan semua yang terjadi seminggu sebelum hari ulang tahunmu. Semoga kamu tidak marah atas perbuatanku ini, ya. :)
***
     Malam ini aku sedang berfikir tentang hari pentingmu. Bagaimana bisa aku menjadi seorang yang pandai membuat kejutan?
     Maaf, sayang. Aku terlalu gugup menyikapi ini. Aku terlalu polos untuk hal ini. Kamu tahu? Aku sudah menghabiskan waktu sebulan terakhir ini hanya untuk memikirkan kamu, "Kejutan apa ya?", "Hadiah apa ya?". Kurang lebih begitulah yang aku pikirkan.
       Namun kamu selalu berkata, "Sudahlah, aku tak memerlukan kado itu. Aku butuh kamu. Cukup."
     Sore itu, kamu mengantarkanku pulang seperti biasa. Aku terkejut saat kamu mengatakan seperti itu. Kamu hanya butuh aku? Rasanya benar. Tapi tak afdol jika aku, seseorang yang sudah menemanimu selama setahun terakhir tak seperti wanita kebanyakan yang selalu memberikan kejutan. Aku ingin seperti wanita-wanita lain yang pernah ada di hidupmu. Mereka memberikan mu kejutan kan? Aku, ingin seperti mereka.
     "Cukup kamu ada disampingku saat hari itu. Menemani wajah lelahku. Itu sudah sangat-sangat cukup, sayang. Jadilah dirimu sendiri, aku akan lebih menghargai itu."
     Aku mengangguk seperti biasanya. Menyetujui ucapanmu walau hati ini ragu. Diam dan berfikir. Tetap berfikir. Bagaimana bisa kamu rela aku tidak membuat kejutan?
     "Aku ingin hari pentingmu menjadi hari bahagiamu. Kamu tidak keberatan menerima kejutanku nanti, kan?"
      Tak ada jawaban. Diam.
***
     Mencari kesukaan dan kesenanganmu adalah cara paling kuno dalam hidup ini. Kamu tidak menyukai warna 'pink', namun suka sekali merah, biru, dan abu. Tak terlalu menyukai bola dan menonton televisi namun sangat menyukai komputer dan segala tetek bengeknya. Dan, yang paling aku ingat adalah, "Kamu sangat membenci orang yang ingkar janji." itu pun kuketahui setelah aku tidak sengaja melanggar janjiku sendiri.
       Malam itu aku capai sekali. Seharian penuh aku berkutat dengan 'tugas besar' yang diberikan dosen. Tanpa banyak istirahat dan tanpa banyak percakapan singkat yang kita lalui. Hingga malam larut dan aku tidak sengaja tertidur di meja kerja.
         From : Someone <085683699263>
         "Mana ucapan malam tadi?"

        Aku bangun dari dalam mimpi. Membujukmu untuk mengerti. Menaruh janji-janji baru lagi. Kamu tahu? saat itu aku bertekad untuk tidak melanggar janji yang kubuat sendiri. Sayang, that's true.
***
         Mulai saat itu, seminggu sebelum hari ulang tahunmu, aku sering melamun hanya sekedar memikirkan kejutan penting itu.
Bodohkah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hey, Kamu

          Aku mulai melanjutkan hobi menulis yang selalu bercerita tentangmu. Kali ini tentang rindu. Tentang asa yang tak sanggup aku lakukan dengan caraku. Mungkin iya, aku adalah penyimpan tangis paling hebat yang pernah kau temui. Kali ini tentang rindu. Aku merindukanmu yang setiap hari selalu berada disamping kanan tubuhku.      Memang, kau pergi dengan cepat. Secepat pikiranmu yang mengganggapku buruk. Tanpa meninggalkan kata-kata, ucapan, isyarat agar aku bisa bertahan sendirian. Kamu salah, aku bukanlah wonder woman  yang bisa bahagia ketika kesedihan datang, bisa merelakan ketika kamu memutuskan untuk pergi.      Mungkin kamu belum mengerti satu hal. Dan yang masih kau lihat adalah seluruh kejelekan yang seluruhnya ada di dalam diri. Pernahkah kau berfikir? Aku mati-matian menahan kantuk hanya untuk menemanimu dalam pesan singkat yang kamu kirim?      Ah, sudahlah. Aku tahu yang kau pikirkan ...

Kamu, Sekarang

     Kubuka dan kunyalakan laptop yang ada di hadapanku. Aku penasaran. Aku ingin melihat kamu lagi lewat dunia maya yang tak kan pernah menjadi nyata. Stalker, itu lah aku saat ini. Aku arahkan kursor ini menuju Chrome dan mengetikkan "http://fb.com" di add bar. Aku ingin melihatmu, di duniaku. Kamu membuat ku sibuk. Kamu penyebab utama ku tidak tidur (lagi) malam ini. Aku ingin melihatmu, teramat sangat.      Aku mencari namamu di facebook dan akhirnya aku menemukan satu profil berisi namamu. Nama yang artinya begitu halus dan tulus. Melihat profil facebook mu yang dulu pernah aku pegang, membuatku sedikit mengingat masa lalu.      Kita pernah berhubungan, right? Kita pernah mempunyai status yang begitu dekat, kan? Sampai kita sama-sama mengetahui pasword facebook kita masing-masing, saling bertukar informasi, malah kita pernah berantem gara-gara ada cowok yang ingin berkenalan denganku. Masih ingat? Haha. Tentu aku masih ingat ke...

BIOGRAFI I

Nama : Sely Oktaviolita Asri TTL : Pemalang, 12 Oktober 1996 Pendidikan :  Taman Kanak-Kanak Aisyiah Busthanul Athfal SD Negeri 2 Randudongkal SMP Negeri 1 Randudongkal SMA Negeri 1 Pemalang Universitas Diponegoro (Insya Allah, Aamiin :) *smile )        Oke, panggil aja Sely. Kali ini aku mau cerita tentang semua kehidupanku dari saya kecil dahulu sampai sekarang.        Aku hadir di dunia berkat orang tuaku *yaiyalaah* . Beliau (baca: ibuku) telah mengandungku 17 tahun yang lalu. Aku hadir ketika kakakku, Asria Novenila Intani berusia 4 (empat) tahun. Ya, aku anak kedua. Dan bagiku itu adalah anugerah yang paling aku syukuri. Umur 5 tahun saya disekolahkan di salah satu taman kanak-kanak di desaku. Yap! TK Busthanul Athfal. Tubuh kecilku kala itu memakai seragam kuning-hijau dan bertopi. Manis sekali. Faktanya, aku jarang dijemput oleh kedua orang tuaku setiap kali aku pulang sekolah. Mereka sangat sibuk bekerja u...